Mobil-mobil Ini Punya Kontribusi Hebat, Tapi Sayang Mudah Terlupakan

Intermeccanica Indra

 

Entah karena tidak sukses, tidak jadi dibuat atau memang lebih baik dilupakan. Beberapa produk otomotif seolah tenggelam begitu saja dikonsumsi oleh waktu. Bahkan ada yang namanya saja sama sekali tidak familiar. Padahal, mobil-mobil ini sempat memberikan kontribusi yang signifikan untuk dunia permobilan, meski tidak semua. Baik kontribusi desain, teknis, fitur dan sebagainya. Ada banyak mobil seperti itu. Tapi beberapa yang kami pilih di sini adalah yang paling menarik.

 

BMW Spicup

BMW Spicup

BMW 2800 Spicup adalah proyekan nekat yang dilakoni rumah desain Bertone. Hadir pertama kali di pameran otomotif Jenewa 1969. Yang jadi daya tarik utama adalah atap besi bisa bergeser. Mengubah Spicup dari bentuk Coupe ke Spider. Dengan harapan bisa memikat BMW untuk memproduksinya.

Berbasis BMW 2500 yang sasisnya disunat supaya body bisa pas. Interiornya dirombak total. Barang orisinil bawaan 2500 hanya tiga pedal. Penggeraknya memanfaatkan mesin enam ruang bakar segaris dari BMW 2800. Dengan kapasitas 2,8 liter dan mampu menghasilkan 172 PS. Lumayan untuk jamannya.

BMW tidak tertarik karena saat itu mereka menggeser fokus untuk bikin mobil mainstream. Bertone terlambat. Ya sudah, prototipe satu-satunya ini kemudian dijual kepada seorang penggemar mobil dan sekarang sudah menempuh lebih dari 100 ribu km. Dan atap lipatnya kini dimanfaatkan oleh banyak produsen.

 

Intermeccanica Indra

Intermeccanica Indra

Tidak ada hubungannya dengan yang menulis artikel. Karena dia juga baru tahu kalau ada mobil ini. Apa itu Intermeccanica Indra? Ini adalah mobil yang bikin sakit hati karena ‘dikadali’ oleh pabrikan besar.

Sebagai informasi, Intermeccanica didirikan di Turin, Italia tahun 1959 oleh Paul Reisner. Kerap membuat komponen untuk Peugeot, Simca atau Renault.

Kembali ke Indra, diawali dari General Motors yang kesulitan menjual Opel Diplomat di pasar Eropa era 60-an. Bob Lutz, pimpinannya merasa perlu ada yang lain dari Diplomat. Ia minta dibuatkan versi coupe. Mesinnya V8 diambil dari Corvette. Frankfurt Auto Show 1969 Coupe Diplomat (CD) diperkenalkan dan membuat sensasi. Tapi Lutz paham mobil begini pasarnya terbatas, produksinya mahal. Ia harus cari outsourcing untuk perakitan.

Ia bertemu dengan Reisner di Turin dan membahas apakah Intermeccanica mau memproduksi CD. Gayung bersambut. Dengan syarat desain dan chassis murni bikinan Reisner Cs. Mesin pakai punya GM. Segalanya lancar, Indra dibuat dalam beberapa versi seperti coupe, coupe 2+2 dan beberapa opsi mesin. Lalu Bob Lutz pindah ke BMW.

Apes, petinggi baru di GM, induknya Opel, tidak peduli sama Intermeccanica. Reisner coba bertahan dengan membawa Indra ke New York Auto Show 1973. Tapi dijegal oleh GM setelah mendapatkan 300 order. Mereka takut, Indra bergesekan di pasar dengan Corvette. Walhasil, tidak boleh pakai mesin V8 tadi. Ya sudah, coba pakai mesin V8 Ford. Sialnya, saat mobil siap, krisis minyak melanda. Hanya 127 Intermeccanica Indra yang terjual. Namanya pun tenggelam dan hanya kolektor yang tahu.

 

Iso Rivolta Lele

Iso Rivolta

Nama yang lucu. Tapi mobilnya keren. Kami sempat heran, kok bisa terlupakan? Ini mobil bikinan Iso Rivolta, pabrikan Italia yang sempat kondang. Iso Lele didesain oleh Marcello Gandini dari rumah desain Bertone. Awalnya dibuat sebagai hadiah ulang tahun Rachelle (LeLe) Rivolta, menantu Piero Rivolta sang pendiri perusahaan. Dan itulah asal namanya. Bukan ikan.

Lahir 1969 dengan target ambisius: Mengalahkan Lamborghini Espada, di balik kulitnya tertanam mesin V8 yang disediakan oleh General Motors. Bertenaga 352 PS dengan penerus daya 4-speed manual atau otomatis buatan GM. Tapi GM memutus suplai karena Iso Rivolta tidak mau bayar pesanan mesin dimuka. V8 bikinan Ford kemudian dipilih dengan tenaga lebih kecil (323 PS). Ini ceritanya mirip sama mobil sebelumnya.

Desain eksterior sangat sesuai dengan zamannya. Dan kalau familiar dengan bahasa desain, ini sangat Gandini. Interior mewah dengan jok kulit, AC, power window dan karpet yang tebal jadi bukti kalau ini mobil mahal bikinan Italia. Harusnya tidak sulit untuk menjualnya. Sayangnya, itu tidak terjadi. Hanya 285 unit Lele terjual dari 1969 sampai akhir produksi tahun 1974.

Baca Juga: Mobil Era Modern yang Mengubah Peta Persaingan

 

Buick Reatta

Buick Reatta

Sebanyak 21.000 unit terjual. Dalam empat tahun. Artinya, Buick Reatta terjual kurang lebih 437 unit setiap bulan. Sejak diperkenalkan 1988 hingga produksinya tutup usia. Ini mobil yang sejak konsep di atas kertas saja bikin bingung. Kita lihat dulu kenapa mobil ini lahir. Buick memerlukan mobil untuk bertarung dengan Mercedes-Benz SL. Dibuatlah rencana memproduksi mobil sport dua pintu.

Persyaratannya, harus jadi mobil paling istimewa (Halo car) dari Buick. Tapi jangan sampai berkompetisi dengan Chevrolet Corvette, jadi jangan membuat mobil sport tulen. Harus mewah dan modern, tanpa terlalu flamboyan karena itu jatahnya Cadillac. Ada juga persyaratan ruang kabin wajib lega. Hasilnya Buick Reatta dengan format coupe dua kursi yang lebarnya 1,8 meter dan panjang 4,6 meter.

Di balik moncong panjangnya tertanam mesin V6 bertenaga 171 PS. Tidak lupa ada rem cakram di keempat roda dengan imbuhan ABS. Itu teknologi mahal di zamannya. Tapi yang paling luar biasa adalah interiornya. Serba digital dengan layar monitor model CRT (Cathode Ray Tube). Ingat TV orang tua kita? Nah itu CRT. CRT di tengah bahkan sudah bisa touch screen dan mengendalikan fitur kenyamanan seperti AC dan hiburan. Sekali lagi, untuk tahun 1988, ini sebuah kemajuan luar biasa.

Target Buick adalah menjual 22 ribu per tahun. Gagal. Dapatnya angka di atas tadi. Mungkin terlalu maju untuk masanya? Entahlah. Yang pasti sejak Reatta, Buick tidak pernah bikin mobil dua pintu lagi.

 

Honda Vamos

Honda Vamos

Pasti jarang dengar Honda Vamos, kan? Ini memang tidak masuk ke Indonesia, dibuat untuk menjelajah alam terbuka. Ukurannya compact sehingga masuk di kategori Kei Car. Basisnya sama dengan Honda TN360 yang sempat sukses di Indonesia.

Vamos, dalam bahasa Portugis artinya ‘Ayo!’ atau ‘Let’s Go!’ Penggeraknya 2-tak 354 cc yang menggerakkan roda belakang. Bobotnya ringan, hanya 520 kg. Karena didesain untuk bergerak di alam terbuka, semua instrumen dibuat tahan air. Pintu digantikan palang agar mudah keluar masuk menikmati alam.

Sayang, mobil ini tidak sukses. Karena citra yang ditampilkan dan kemampuannya tidak nyambung. Mobil atap terbuka, tanpa pintu, untuk rekreasi. Tapi tidak dilengkapi gerak empat roda. Ya sudah, mereka yang mau jalan-jalan ke gunung dengan medan berat, beli Suzuki Jimny. Atau yang agak nyentrik sekalian, Daihatsu Fellow Buggy.

Untuk dipakai di kota juga kurang pas. Pintunya tidak ada. Malah bisa ditilang polisi. Hanya tiga tahun Honda membuat mobil ini. Dari 1970 sampai 1973. Setelah itu hilang. Nama ini muncul lagi tahun 1999. Kini dalam bentuk minivan yang panjangnya kurang dari empat meter.

 

Toyota Sera

Toyota Sera

Ini mobil unik. Di Indonesia sempat ada dan banyak bikin orang awam bertanya, “Kok, ada Toyota model begitu ya?” Ini karena desainnya yang tidak biasa. Hatchback dengan dua pintu membuka ke atas, macam sayap kupu-kupu. Meski begitu, karena populasinya tidak masif, Sera masuk dalam golongan mobil retro di Indonesia yang wajib dilestarikan. Kenapa?

Sera diperkenalkan pertama kali tahun 1990 dan diproduksi sampai 1996. Selama itu, hanya 15.941 unit yang dibuat. Sebanyak 15.852 terdaftar sebagai mobil yang beredar di Jepang. Sisanya yang pasti ada beberapa di Indonesia.

Platform yang digunakan serupa Starlet ‘kapsul’ yang beredar di masa bersamaan. Mesinnya pun masih satu keluarga. Yaitu fam E-Engine (5E-FHE). Starlet kapsul pakai 2E. Bedanya di kapasitas. Punya Sera 1,5 liter dan sudah pakai injeksi, Starlet 1,3 liter masih mengandalkan karburator.

Kelebihan mobil ini sudah pasti eksterior. Pintu membuka ke atas itu jadi ciri khasnya. Bahkan Gordon Murray, desainer McLaren F1, terang-terangan mengakui pintu Sera adalah inspirasi untuk mekanisme pintu McLaren F1.

Tapi coba perhatikan atapnya yang banyak kaca. Ini didapat dari pintu yang juga dibuat menyatu sebagai atap. Dan bagian tersebut dibuat dari kaca. Jendela buritan dibuat dari satu material kaca tanpa ada pilar sebagai penopang. Dijamin, interiornya terang benderang dan memberikan efek kabin luas. Minusnya, kaca film perlu lebih banyak. Nah, mobilnya hanya dibuat sedikit, fiturnya unik, mesinnya gampang diurus. Itulah kenapa Toyota Sera bisa dikategorikan sebagai mobil yang layak dipajang dan di koleksi.

 

Mitsubishi Flying Pug

Mitsubishi Flying Pug

Tidak kenal? Anda tidak akan menyesal. Jujur agak bingung melihat mobil ini. Iya, bagus atau tidaknya sebuah bentuk mobil itu tergantung selera. Tapi yang satu ini, entahlah. Basisnya cukup meyakinkan: Pajero Mini. Offroader mungil dengan mesin 80 hp dan kemampuan segudang. Karena ukurannya kecil, Mini masuk kategori Kei Car.

Anda masih bisa melihat guratan Pajero Mini di sekeliling tubuhnya. Lalu kenapa mukanya klasik begitu. Jadi ceritanya pada 1997, di Jepang terlanda demam paras mobil klasik Inggris. Anda pasti tahu Mitsuoka, pembuat mobil modern dengan desain klasik di Jepang. Mereka yang memicu.

Mitsubishi tidak mau kalah. Hasilnya, dikritik habis-habisan oleh media setempat. Dari rencana produksi 1.000 unit, karena respons pasar seburuk mukanya, hanya dibuat 139 unit. Kemudian semua lupa mobil ini pernah ada. (Ddn/Odi)

 

Baca Juga: Kisah Panjang VW Transporter Sang Inisiator MPV

Baca Semua

Artikel Unggulan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda

Baca Semua

Mobil Unggulan

  • Yang Akan Datang

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • Porsche Update Sistem Infotainment di Model Terbaru, Bisa Kasih Perintah Alexa
    Porsche Update Sistem Infotainment di Model Terbaru, Bisa Kasih Perintah Alexa
    Wahyu Hariantono . Hari ini
  • Akomodasi Fleksibel New Mitsubishi Xpander Patut Dipertimbangkan Jadi Andalan Mudik
    Akomodasi Fleksibel New Mitsubishi Xpander Patut Dipertimbangkan Jadi Andalan Mudik
    Alvando Noya . Hari ini
  • Hyundai Ioniq 6 Terbaru Hadir dengan Desain Baru, Hilangkan Sayap Belakang Aneh
    Hyundai Ioniq 6 Terbaru Hadir dengan Desain Baru, Hilangkan Sayap Belakang Aneh
    Setyo Adi . Hari ini
  • Chery Indonesia: Tiggo 8 CSH Akan Dijual Rp600 Jutaan
    Chery Indonesia: Tiggo 8 CSH Akan Dijual Rp600 Jutaan
    Bangkit Jaya . 03 Apr, 2025
  • Survey Jasa Marga: 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek di Mudik Lebaran 2025
    Survey Jasa Marga: 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek di Mudik Lebaran 2025
    Anjar Leksana . 03 Apr, 2025

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test
  • Insteroid, Langkah Hyundai Padukan Dunia Game, Sport, dan Otomotif
    Insteroid, Langkah Hyundai Padukan Dunia Game, Sport, dan Otomotif
    Setyo Adi Nugroho . Hari ini
  • Menjaga Desain Streamline, Begini Penampilan Hyundai Ioniq 6 Facelift
    Menjaga Desain Streamline, Begini Penampilan Hyundai Ioniq 6 Facelift
    Setyo Adi Nugroho . 03 Apr, 2025
  • MG 4 EV Generasi Terbaru Terinspirasi Cyberster
    MG 4 EV Generasi Terbaru Terinspirasi Cyberster
    Alvando Noya . 02 Apr, 2025
  • Jasa Marga Catat Jutaan Mobil Meninggalkan Jabodetabek hingga H-3 Lebaran
    Jasa Marga Catat Jutaan Mobil Meninggalkan Jabodetabek hingga H-3 Lebaran
    Anjar Leksana . 01 Apr, 2025
  • Update Harga BBM April 2025
    Update Harga BBM April 2025
    Setyo Adi Nugroho . 01 Apr, 2025
  • Memahami Cara Kerja Fitur Adaptive Cruise Control di Mitsubishi Xforce Ultimate DS
    Memahami Cara Kerja Fitur Adaptive Cruise Control di Mitsubishi Xforce Ultimate DS
    Bangkit Jaya Putra . 03 Apr, 2025
  • Catatan Konsumsi Hyundai Tucson 1.6T Hybrid Dipakai Mudik 290 Km
    Catatan Konsumsi Hyundai Tucson 1.6T Hybrid Dipakai Mudik 290 Km
    Anjar Leksana . 02 Apr, 2025
  • Update Harga LCGC Jelang Lebaran, Ada Agya Stylix Terbaru
    Update Harga LCGC Jelang Lebaran, Ada Agya Stylix Terbaru
    Setyo Adi Nugroho . 22 Mar, 2025
  • Harga Low MPV Jelang Lebaran, Ada Stargazer Essential Tech di Model Terbaru
    Harga Low MPV Jelang Lebaran, Ada Stargazer Essential Tech di Model Terbaru
    Setyo Adi Nugroho . 21 Mar, 2025
  • Komparasi Jetour Dashing vs Honda HR-V vs Hyundai Creta, Pilih Mana?
    Komparasi Jetour Dashing vs Honda HR-V vs Hyundai Creta, Pilih Mana?
    Bangkit Jaya Putra . 17 Mar, 2025
  • Waspada Bahu Jalan dan Pahami Aturannya
    Waspada Bahu Jalan dan Pahami Aturannya
    Setyo Adi Nugroho . 28 Mar, 2025
  • Lawan Kantuk saat Perjalanan Mudik, Pakai Cara Ini
    Lawan Kantuk saat Perjalanan Mudik, Pakai Cara Ini
    Setyo Adi Nugroho . 27 Mar, 2025
  • 5 Hal yang Mesti Disiapkan saat Mudik Bareng si Kecil Pakai Mobil Pribadi
    5 Hal yang Mesti Disiapkan saat Mudik Bareng si Kecil Pakai Mobil Pribadi
    Anjar Leksana . 26 Mar, 2025
  • Tips Berkendara Nyaman dan Aman Selama Puasa Ramadhan
    Tips Berkendara Nyaman dan Aman Selama Puasa Ramadhan
    Alvando Noya . 18 Mar, 2025
  • Biaya-biaya yang Harus Dipersiapkan Jelang Mudik Lebaran
    Biaya-biaya yang Harus Dipersiapkan Jelang Mudik Lebaran
    Muhammad Hafid . 17 Mar, 2025
  • Road Test Mazda CX-80 PHEV: Performa Andal di Medan Pegunungan!
    Road Test Mazda CX-80 PHEV: Performa Andal di Medan Pegunungan!
    Muhammad Hafid . 22 Mar, 2025
  • Road Test Haval Jolion Ultra HEV: Enak Buat ke Luar Kota
    Road Test Haval Jolion Ultra HEV: Enak Buat ke Luar Kota
    Alvando Noya . 13 Mar, 2025
  • Test Drive BYD Sealion 7: Di Mana Letak Kelebihannya?
    Test Drive BYD Sealion 7: Di Mana Letak Kelebihannya?
    Eka Zulkarnain . 03 Mar, 2025
  • First Drive Chery Tiggo Cross: Mengancam Lawan dengan Paket Fitur dan Harga!
    First Drive Chery Tiggo Cross: Mengancam Lawan dengan Paket Fitur dan Harga!
    Setyo Adi Nugroho . 12 Feb, 2025
  • Test Drive New Hyundai Creta N Line: Semakin Asyik Dikendarai
    Test Drive New Hyundai Creta N Line: Semakin Asyik Dikendarai
    Anjar Leksana . 12 Feb, 2025