DFSK Glory i-Auto jadi rival Wuling Almaz di Indonesia. Tampilan tubuh lumayan menarik untuk memikat hati calon konsumen. Bagian pencahayaan LED ditata lebih tajam nan tegas, plus DRL bak mobil mewah. Mata depan Eagle Eyes berganti rumah lampu sipit berbentuk jajar genjang. Tampilan luar boleh diapresiasi. Nah, unit seken kini dilepas Rp270 jutaan tahun produksi 2020. Lalu keluaran 2021 dibanderol sekira Rp300 jutaan. Harga gres di diler Jakarta Rp360 juta. Sebelum menjatuhkan keputusan untuk beli atau tidak. Simak sejumlah poin-poin berikut.
Glory i-Auto memiliki panjang 4.700 mm, lebar 1.845 mm, tinggi 1.715 mm dan wheelbase 2.780 mm. Sedangkan Wuling Almaz sedikit lebih kecil. Dimensinya 4.655 mm x 1.835 mm x 1.760 mm, serta sumbu roda 2.750 mm. Baris kedua produk DFSK ini memang terasa lapang, bahkan jok bisa digeser dengan tetap berkompromi pada penghuni paling belakang. Atur supaya semua kebagian ruang kaki. Dekorasi kabin tampak keren. Tapi soal build quality, sila dicek dan rasakan langsung.
Bicara soal performa. Di atas papan konstruksi monokok Glory i-Auto, duduk mesin bensin sama dari Glory 580. Jantung mekanis 1,5 liter turbocharged sanggup berdenyut hingga 150 PS pada 5.600. Kemudian torsi maksimal 220 Nm diraih sejak 1.800-4.000 rpm. Semua itu disalurkan via transmisi CVT yang lumayan lembut. Asal tahu, pabrikan mengklaim, kualitas mekanikal pacu teruji berkat penggunaan di model-model lain.
Walau begitu, pengendalian Glory i-Auto bisa dibilang enak. Peredam di depan pakai MacPherson Strut dan penyangga roda belakang menggunakan torsion beam plus stabilizer. Parameter nyaman atau tidaknya kendaraan bisa dilihat dari kebutuhan. Apakah Anda berorientasi pada mengemudi atau cenderung sering jadi penumpang. Zigwheels Indonesia sempat merasakan langsung. Saat menyetir melewati sambungan jalan tol layang Japek, contohnya. Melaju 100 km/jam tanpa problem. Bantingan terasa nyaman.
Adapun fitur-fitur keamanan yang tersedia sebagai standar yaitu, ABS, EBD, EBA, EPB. Mereka sangat berguna membantu sistem pengereman agar mengurangi risiko tabrakan. TPMS, Hill Start Assist, kantong udara empat titik juga memantapkan peranti keamanan serta keselamatan. Jadi layakkah ia dibeli? Taburan kelengkapan memang melimpah dan kenyamanan berkendara boleh dibanggakan. Bahkan garansi terpanjang di market sini hingga tujuh tahun atau 150 ribu km. Kalaupun beli seken, jaminan masih tersedia.
Baca Juga: DFSK Glory 560 Bekas Sekarang Harganya Setara LCGC Tujuh Penumpang
Tak mau kalah dari mobil satu rumpun, Wuling Almaz. Ia dibekali fitur i-Talk sebagai voice command, tapi dalam bahasa Inggris. Sensornya diklaim dapat mengenali beragam dialek suara dari berbagai konsumen Tanah Air. Saat dijajal memakai logat tertentu kadang berhasil, acapkali tidak. Ada lima kategori kontrol suara. Yakni mendukung fungsi mobil, multimedia, menjawab panggilan, navigasi suara dan Bluetooth. Pengemudi dan penumpang dapat memberi serangkaian perintah dengan berucap “Hi Glory” dilanjut ucap: turn on GPS, turn on AC, play music, answer the call dan close window.
Misal tertarik ambil unit seken, cek dengan teliti bagian kaki-kaki. Suspensi sudah rembes apa tidak. Rasakan langsung juga CVT masih mulus atau mulai jeda (delay) saat dipakai. Jika ada problem, tinggalkan saja, jangan dibeli. Yang tak kalah penting. Lihat bagian oil carter (bak oli) apakah ada tanda-tanda retak. Sebab posisinya lebih menonjol dari dek bawah. Untuk sekadar perbandingan saja. Wuling Almaz 1,5 turbo Exclusive 5-seater bekas 2020 ditawarkan Rp238 jutaan. Sila dipertimbangkan. (Alx/Odi)
Baca Juga: Wuling Confero Bekas Sudah di Bawah Rp100 Juta, Layak Dibeli?
Hak Cipta © Zigwheels 2014-2024. Semua Hak Cipta Dilindungi.